Jenis Reaksi Siklus Krebs (Oksidasi Asam Sitrat) dengan Konsep Reaksi Redoks

Jenis Reaksi Siklus Krebs (Oksidasi Asam Sitrat) dengan Konsep Reaksi Redoks - Saat membimbing murid untuk persiapan Olimpiade Sains Nasional tingkat Kabupaten/Kota (OSK) 2019, saya menjumpai soal tentang Siklus Krebs. Dalam tulisan kali ini saya bahas Jenis Reaksi Siklus Krebs dengan Konsep Reaksi Reduksi Oksidasi (redoks).

Jenis Reaksi Siklus Krebs (Oksidasi Asam Sitrat) dengan Konsep Reaksi Redoks

Siklus Krebs disebut juga siklus asam sitrat karena hasil akhir atau produknya adalah asam sitrat. Penemu siklus krebs adalah Sir Hans Adolf Krebs, seorang ahli biokimia berkebangsaan campuran Jerman dan Inggris.

Berikut ini adalah langkah mengidentifikasi jenis-jenis reaksi siklus Krebs atau oksidasi asam sitrat. Identifikasi yang akan dilakukan dengan melihat dan mengamati spesi yang dimunculkan pada skema siklus Krebs
jenis reaksi siklus krebs

Konsep reaksi redoks yang digunakan pada siklus Krebs adalah proses pelepasan hidrogen (oksidasi) dan proses penangkapan/pengikatan hidrogen (reduksi).
eswah.info
Reaksi-rekasi yang terjadi pada tahap

1. Asetil koenzim A bereaksi dengan oksaloasetat, melepaskan gugus koenzim A dan membentuk molekul sitrat. Enzim yang bertanggung jawab pada reaksi hidrolisis ini adalah enzim sitrat sintase.

2. Sitrat diubah menjadi isomernya yaitu isositrat. Ini sebenarnya adalah proses dua langkah, pertama melibatkan pelepasan molekul (dehidrasi) kemudian penambahan molekul air (hidrasi). Kadang pada penggambaran siklus Kreb dibuat 9 tahap. enzim yang perperan pada tahap ini adalah asotinase. eswah.info
3. Isositrat dioksidasi dan melepaskan molekul karbon dioksida, menghasilkan molekul α-ketoglutarat. Pada tahap ini terjadi reduksi (pengikatan atom H), NAD+ menjadi NADH, Enzim yang membatu reaksi ini adalah isositrat dehidrogenase yang berfungsi untuk mengatur kecepatan siklus asam sitrat.
eswah.info
Oksidasi: isositrat → α-ketoglutarat + CO2
Reduksi: NAD+ → NADH.
eswah.info
4. α-ketoglutarat yang teroksidasi lagi dan bereaksi kembali dengan koenzim A membentuk senyawa suksinil koenzim A yang tidak stabil, sementara itu terjadi reduksi NAD+ menjadi NADH, serta melepaskan molekul karbon dioksida. Enzim yang berperan mengkatalisasi tahap ini adalah α-ketoglutarat dehidrogenase yang juga berfungsi untuk mengatur kecepatan siklus asam sitrat.
eswah.info
Oksidasi: α-ketoglutarat + koenzim A → suksinil koenzim A + CO2
Reduksi: NAD+ → NADH.
eswah.info
5. Koenzim A pada suksinil koenzim A disubstitusi oleh gugus fosfat, yang kemudian ditransfer menjadi ADP untuk membentuk ATP. Reaksi pada tahap ini disebut reaksi fosforilasi. Dalam beberapa sel, GDP (guanosin difosfat) digunakan sebagai ganti ADP pembentuk GTP yang akan menghasilkan suksinat. Enzim yang membantu pada tahap ini adalah suksinil-Koenzim A sintetase.
eswah.info
6. Suksinat teroksidasi, membentuk molekul fumarat. Dalam reaksi ini, dua atom hidrogen dengan elektronnya ditransfer ke FAD menghasilkan FADH2. Enzim yang digunakan di sini adalah enzim suksinat dehidrogenase.
eswah.info
Oksidasi: suksinat → fumarat
Reduksi: FAD → FADH2.
eswah.info
7. Fumarat terhidrasi berubah menjadi malat dengan bantuan ezim fumarase.
eswah.info
8. Pada langkah terakhir ini terjadi oksidasi malat menjadi oksaloasetat sebagai regerasi tahap awal. Molekul lain dari NAD+ direduksi menjadi NADH. Enzim yang berperan adalah malat dehidrogenase
eswah.info
Oksidasi: malat → oksaloasetat
Reduksi: NAD+ → NADH.

0 Response to "Jenis Reaksi Siklus Krebs (Oksidasi Asam Sitrat) dengan Konsep Reaksi Redoks"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel